This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 09 Oktober 2009

Sumber Daya Alam Provinsi Lampung

Peta Provinsi LampungDengan luas ± 3.528.835 ha, Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya alam yang sangat beraneka ragam, prospektif, dan dapat diandalkan, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pertambangan, pariwisata, sampai kehutanan. Provinsi ini memiliki lahan sawah irigasi teknis seluas 103.245 ha, sawah, irigasi setengah teknis 24.164 ha, dan lahan sawah irigasi non teknis seluas 244.008 ha. Total saluran irigasi mencapai 371.417 km. Sawah-sawah inilah yang pada 2006 menghasilkan 2.129.914 ton padi (gabah keringgiling/GKG), terdiri atas 1.959.426 ton padi sawah dan 170.488 ton padi ladang. Dibanding dua tahun terakhir, produktivitas padi yang dicapai meningkat, Pada 2004, produksi padi mencapai 2.091.996 ton sementara pada 2005 mencapai 2.124.144 ton, Semua itu belum termasuk produksi ubi kayu rotan 2006 mencapai lebih dari 5.473.283 ton, dan produksi jagung 1.183.982 ton. Dengan demikian ketahanan pangan di provinsi ini cukup kuat.

Kawasan hutan mencapai 1.004.735 ha atau sekitar 30,43 % dari luas wilayah provinsi, terdiri atas hutan lindung 317.615 ha, hutan suaka alam dan hutan wisata/taman nasional 462.030 ha; hutan produksi terbatas 33.358 ha dan hutan produksi tetap 91.732 ha. Dalam rangka mendukung pembangunan berwawasan lingkungan yang berkesinambungan, produksi kehutanan kini lebih diarahkan kepada hasil hutan non kayu dan potensi ekowisatanya. Hasil hutan pada 2006 berupa kayu bulat sebanyak 3.4121.171 m³, kayu gergajian 145.732,25 m³ dan kayu lapis 82.714.45 m³, Sedangkan produksi basil hutan non kayu berupa damar mata kucing sebanyak 5.454,17 ribu ton, damar batu 1.351,30 ton, arang 30.347 rotan manau 3.000 batang, dan rotan lilin 1.293,24 ton.

Dari laut dan sungai sungainya yang besar pada 2006 Lampung menikmati hasil tangkapan laut hingga 133.503,4 ton, sedangkan tangkapan perairan umum mencapai 10.345,4 ton. Produksi budidaya tambaknya mencapai 164.264,8 ton, budidaya air tawar mencapai 17.448,9 ton dan hasil budidaya laut sebanyak 1.569,7 ton.

Daerah berlahan kering yang mencapai 89,88% dari total luas provinsi adalah tempat yang sangat cocok untuk mengembangkan sapi potong. Dengan potensi ini, Lampung memiliki perusahaan penggemukan sapi potong (feedlotters) terbesar di Indonesia dengan total populasi sapi potong mencapai 428 ribu ekor atau sama dengan 60% dari total populasi sapi potong nasional di feedlotter. Provinsi ini juga dikenal sebagai penghasil jagung, ubi kayu, dan dedak halus sebagai bahan baku pembuat konsentrat yang sangat dibutuhkan oleh ternak. Dengan dukungan potensi bahan baku ini, Lampung mampu menghasilkan produksi 23 juta ekor ayam potong pada 2006, meningkat dibandingkan dengan produksi 2005 yang mencapai 21 juta ekor ayam potong.

Perekonomian di Provinsi Lampung juga sangat didukung oleh produksi perkebunan seperti kopi, lada, karet, kelapa, dan tebu. Produksi kopi pada tahun 2006 mencapai 143.050 ton, produksi kakao 22.976 ton, lalu diikuti produksi kelapa dalam lebih dari 112.631 ton, lada 24.011 ton, karet 54.461 ton, kelapa sawit 367.840 ton, dan tebu 693.613 ton. Dari hasil produksi tebu itu Lampung memberi kontribusi 35% dari total produksi gula nasional, meningkat dibanding kontribusi 2005 yang mencapai 20%.

Keanekaragaman sumberdaya mineral di provinsi itu meliputi mineral logam, bahan galian industri, bahan galian energi, dan bahan galian konstruksi. Pada 2006, dari galian industrinya berhasil diproduksi 1.980.000.000 m³ andesit, 389.000.000 m³ felspar dan 590.000.000 m³ granit dengan mutu terjamin. Untuk cadangan zeolit sebesar 2.145.000 m3 dengan cadangan yang diprediksi sebesar 8.000.000 m³, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor, Bahan galian logam yang ada di provinsi ini meliputi emas, mangaan, bijih besi dan pasir besi, namun baru sebagian saja dari potensi ini yang telah dikelola. Sekarang sumberdaya energi terbaru berupa panas bumi, air, serta bahan bakar nabati (BBN) yang berasal dari tebu, singkong, sawit, dan tanaman jarak tengah dikembangkan, Saat ini Provinsi Lampung memiliki pabrik etanol berbahan tebu terbesar di Indonesia.

Potensi energi seperti panas bumi yang berlokasi di daerah Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus, mencapai 400 MW. Di Suoh, Kabupaten Lampung Barat, potensi tersebut mencapai 300 MW. Semua potensi itu telah di eksplorasi oleh Pertamina sebesar 110 MW. Potensi air untuk pembangkit tenaga listrik juga sangat besar. Pada SWS Way Semangka Upper tersedia kapasitas sebesar 78 MW dan telah dioperasikan melalui PLTA Besai dan PLTA Baru Tegi. Pada SWS Way Semangka Lower dan Way Semung masing-masing tersedia potensi sebesar 76 MW clan 2,6 MW.

Sumber: Indonesia Tanah Airku (2007)

Selasa, 06 Oktober 2009

Sebab Kemiskinan

Pada dasarnya ada dua faktor penting yang dapat menyebabkan kegagalan program penanggulangan kemiskinan di Indonesia.

Pertama, program- program penanggulangan kemiskinan selama ini cenderung berfokus pada upaya penyaluran bantuan sosial untuk orang miskin.
Faktor kedua yang dapat mengakibatkan gagalnya program penanggulangan kemiskinan adalah kurangnya pemahaman berbagai pihak tentang penyebab kemiskinan itu sendiri sehingga program-program pembangunan yang ada tidak didasarkan pada isu-isu kemiskinan, yang penyebabnya berbeda-beda secara lokal.

Untuk itu perlu diGAlakan dan juga Pemerintah memberikan dukungan bagi terciptanya lapangan pekerjaan. Kemiskinan terjadi karena tingginya tingkat pengangguran. Pembangunan ekonomi tumbuh karena adanya aktifitas ekonomi.

Minggu, 15 Maret 2009

SARJANA PENGANGGURAN ? NO WAY

Pengangguran sarjana di Indonesia saat ini telah menjadi problem serius. Dari 150 ribu sarjana lulusan perguruan tinggi (PTN dan PTS) setiap tahun, kurang lebih hanya 60.000 yang terserap lapangan kerja. Berarti terdapat pengangguran sarjana baru sebanyak kurang lebih 90.000 setiap tahun. Penyebabnya adalah pendidikan yang kreatif tidak terjadi. Proses pendidikan yang hanyamenitikberatkan pada aspek kognitif perlu ditinggalkan dan mengaplikasikan aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomotorik secara seimbang sebagai gantinya. Terpaku hanya pada metode pembelajaran tententu, KBK misalnya, yang kini “disempurnakan” dengan KTSP, merupakan ancaman bagi kegagalan pembelajaran. Dan kita jangan membiarkan peserta didik percaya bahwa pendidikan akan memberi mereka pekerjaan yang lebih baik, dan jika kita dorong mereka supaya mau belajar dengan iming-iming pekerjaan yang lebih baik itu, maka di antara mereka pasti berjangkit frustrasi dan keputusasaan ketika kandas harapannya setelah lulus nanti.

Pendidikan Kreatif

Proses pendidikan yang ideal adalah proses pendidikan yang dikemas dengan memperhatikan aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Jika Proses pendidikan dapat melaksanakan ketiga aspek tersebut secara seimbang, maka output pendidikan akan mampu mengantisipasi perubahan dan kemajuan zaman.5 Akan tetapi, proses pendidikan yang berlangsung saat ini di Indonesia, masih terlalu mementingkan perkembangan aspek kognitif pada tataran pengetahuan dengan mengabaikan persoalan kreatifitas peserta didik. Akibatnya, output pendidikan saat ini tidak mampu berdiri di atas kemampuannya sendiri. Ratusan ribu sarjana menganggur. Salah satu sebabnya adalah mereka tidak memiliki kreativitas. Akibatnya, mereka lebih suka tergantung pada orang lain. Cita-cita favoritnya adalah menjadi pegawai negeri. Padahal pemerintah telah memberlakukan kebijakan zero growth dalam rekrutmen pegawai negeri.6Proses pembelajaran di sekolah lebih mementingkan target pencapaian kurikulum dibanding penghayatan isi kurikulum secara imajinatif dan kreatif. Demikian halnya dengan proses pembelajaran di perguruan tinggi. Gejala ini tampak sejak proses pendidikan pada tingkat Dasar sampai pendidikan tingkat tinggi. Sejak memasuki sekolah tingkat Dasar sampai tingkat Menengah, bahkan menjelang SPMB, anak-anak masa kini sudah dikondisikan untuk mencapaihasil belajar dalam arti kognitif setinggi mungkin. Para orang tua mengirim anak-anak mereka ke lembaga les privat, agar ketika mengikuti Ujian Akhir Negara nanti meraih NEM tinggi dan akhirnya lulus tes di perguruan tinggi favorit. Para orang tua lupa, bahwa dengan hanya mengejar NEM tinggi melalui les privat akan merugikan perkembangan kreativitas anak-anak mereka. Mengapa demikian? Karena lembaga les privat dalam proses pembelajarannya seringkali menggunakan pendekatan drill, tanpa memberi kesempatan yang luas untuk berpikir secara imajinatif dan hipotetik. Berpikir secara imajinatif dan hipotetik dapat dilatih melalui pendekatan problem solving, discovery dan inquiry. Membiasakan peserta didik,baik siswa maupun mahasiswa, berpikir secara hipotetik akan memperkaya imajinansi, sehingga mendorong mereka untuk berprilaku kreatif.


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites